Denpasar, 26/7 (ANTARA) - Pengamat musik dari Institut Seni Indonesia
(ISI) Denpasar mengatakan, musik sebagai salah satu bidang ilmu
pengetahuan bisa mempengaruhi kehidupan seseorang, mulai dari cara
berpikir sampai pada perilaku.
"Bagaimana orang tua di Bali mendukung anak-anaknya belajar tabuh
dan tari Bali lewat sanggar maupun sekolah dalam kegiatan ekstra
kurikuler," katanya di Denpasar, Kamis.
Pengelola Sanggar Selukat Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, itu
menilai, pelajar begitu antusiasnya memperajari musik tradisional Bali
(gamelan) maupun tari Bali.
Namun pelajar menghadapi kendala yakni terbatasnya media-media
informasi yang menunjang seperti buku, perpustakaan dan sumber daya
manusia yang mempunyai pemikiran ke arah berkembangnya seni budaya,
sebagai landasan kehidupan yang dinamis.
Kondisi itu menyebabkan pula para siswa dalam berbagai jenjang
pendidikan hanya mengerti tentang cara-cara bermain gamelan Bali dan
kencendrungan lebih peduli pada hasil akhir.
Dewa Alit menambahkan bahwa kurangnya penyerapan nilai-nilai
perjalanan sejarah yang berhubungan dengan perkembangan kesenian
gamelan, akibat terbatasnya informasi tersebut.
Kondisi demikian dikhawatirkan menyebabkan generasi berikutnya
kurang cermat membicarakan musik hingga hampir tidak ada melahirkan
kritikus yang andal.
Padahal dalam kondisi sekarang dibutuhkan suatu perbandingan yang
bisa memotivitasi kehidupan masyarakat yang seimbang antara pencipta,
menikmat dan pengkritik seni, sehingga bermanfaat untuk kehidupan seni
itu sendiri, ujar Dewa Alit.
(T.I006/B/M038/M038) 26-07-2012 09:16:14
ARTIKEL TERKAIT:

