KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuding ada partai lain yang hendak menjebak pemerintah dan Partai Demokrat terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
SBY yang juga menjadi Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan ada partai yang menolak kenaikan harga BBM sekaligus menolak pengucuran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
Ada juga partai yang mendukung penaikan harga BBM, namun menolak pengucuran dana BLSM. Padahal menurut SBY, BLSM merupakan solusi untuk meringankan beban warga miskin ketika harga-harga ikut naik.
“Kita didorong untuk menaikkan harga BBM, tapi akan dibatasi, dicegah untuk memberikan bantuan kepada rakyat. Bagi saya dan bagi Partai Demokrat, membantu rakyat yang memerlukan, yang miskin adalah harga mati. Jika saya tidak berani mengambil resiko untuk mengurangi subsidi BBM, maka ekonomi akan memburuk. Yang akhirnya rakyat juga yang akan menderita. Saya tidak ingin melempar tanggung jawab dan masalah ini kepada Presiden pengganti saya nanti,” ujar SBY di Jakarta, Sabtu (29/6).
Dalam sidang paripurna penaikkan harga BBM bersubdisi beberapa waktu lalu, PKS yang berada di koalisi menolak rencana penaikan harga BBM bersubsidi. Sementara Partai Gerindra, setuju penaikkan harga BBM namun tidak setuju pengucuran BLSM.
Dalam pemungutan suara di DPR, mayoritas anggota DPR akhirnya menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi dan penyaluran BLSM.
source: iyaa.com
ARTIKEL TERKAIT:


