WASHINGTON, muslimdaily.net, - Mengundang berbagai orang dari latar belakang dan asal kebangsaan yang beragam, Muslim Amerika merencanakan serangkaian acara selama bulan suci Ramadhan untuk membangun jembatan dengan komunitas yang lebih besar.
"Dewan Hubungan Islam Amerika mengirimkan informasi yang berkaitan dengan Ramadhan kepada konstituen non-Muslim kami dan teman-teman kami juga mengatur program di mana kita berbicara tentang Ramadhan," kata direktur eksekutif CAIR Nihad Awad Voice Of America, demikian sebagaimana dilansir onislam.net, Selasa 9 Juli.
Ramadhan, bulan paling suci dalam kalender Islam, dimulai di Amerika Utara pada hari Selasa, 9 Juli.
Acara-acara yang diselenggarakan oleh CAIR antara lain mengadakan open house di masjid setempat dan pusat Islam, kuliah umum tentang Ramadhan, iftar antaragama dan iklan TV mengingatkan semua orang Amerika bahwa Muslim merupakan bagian integral dari masyarakat AS.
Sebagai contoh CAIR wilayah Columbus berencana untuk menjadi tuan rumah bagi sekitar 250 orang non-muslim dalam acara buka puasa bersama pada 19 Juli, demikian menurut juru bicara Hannah Tyler. Ini adalah tahun ke-16 CAIR wilayah Columbus telah menyelenggarakan acara ini.
Muslim Amerika juga telah mengatur program khusus untuk membawa umat Islam dari semua asal-usul dan latar belakang untuk berkumpul bersama.
"Kami mencoba untuk membuat orang merasa seperti mereka berada di negara Muslim dan komunitas Muslim," kata Imam Khouj Abdulla, presiden Islamic Center di Washington DC, kepada Voice of America.
"Kami menawarkan makanan untuk berbuka puasa. Kami memiliki jamaah lebih dari 600 orang, pria dan wanita, anak-anak mereka, dan keluarga. Mereka berbuka puasa dan shalat bersama kami. "
"Shalat malam Ramadhan (tawarih) adalah ekspresi pengabdian dan mencari pengampunan. Setiap malam kami selesai membaca satu juz dari Al-Qur'an," kata Ali Gamay, seorang pengusaha Muslim Amerika.
"Pada akhir bulan suci Ramadhan, kami telah menyelesaikan, 30 juz dari kitab suci."
Selain itu, program-program khusus untuk Muslim Amerika juga diadakan di Dearborn, Michigan.
"Untuk kalangan yang hanya bisa berbahasa Inggris dari jemaat kami, kami akan memiliki program khusus karena kami percaya bahwa mereka akan menjadi duta Islam kepada non-Muslim, karena itu akan ada program yang sangat khusus dirancang bagi para pemuda untuk memperluas pengetahuan mereka tentang Islam," kata Imam Hassan Qazwini, pemimpin Islamic Center of America di Dearborn.
ARTIKEL TERKAIT:


