Memperingatan tentang meningkatnya skala serangan anti-Muslim, organisasi Islam terkemuka di Inggris telah mendesak pemerintah untuk melakukan respon secara nasional dengan serius untuk menangani masalah ini.
"Setelah peristiwa di Woolwich, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kejahatan kebencian anti-Muslim di Inggris," Farooq Murad, pemimpin Dewan Muslim Inggris ( Muslim Council of Britain/MCB), mengatakan kepada BBC pada Senin, Juli 22, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.
"Masyarakat telah dengan sabar menanggung beban serangan ini meskipun mengutuk, dalam istilah paling kuat, untuk pembunuhan tragis Drummer Lee Rigby."
Menurut Farooq Murad, masyarakat muslim di Inggris kini lebih merasa takut semenjak serangan yang terjadi bulan Mei lalu di Woolwich, London. Jumlah serangan anti-Islam telah meningkat hampir sepuluh kali lipat sejak pembunuhan Lee Rigby.
Lembaga Tell Mama, yang memonitor serangan anti-Muslim di Inggris, juga telah melaporkan 212 "insiden anti-Muslim" setelah serangan Woolwich. Angka tersebut termasuk 11 serangan terhadap masjid.
MCB mengatakan peningkatan serangan secara nasional harus direspons dengan terkoordinasi oleh politisi, polisi dan dinas keamanan dalam negeri."
"Meskipun lonjakan dalam insiden ini, belum menjadi upaya nasional yang terkoordinasi untuk memastikan bahwa jenis serangan tidak pernah terjadi lagi," kata Murad.
"Tidak benar jika komunitas minoritas boleh ditargetkan dengan cara ini."
Sementara itu, menteri dalam negeri Theresa May mengatakan bahwa pihaknya terkejut dan tidak nyaman terhadap apa yang terjadi pada masjid di kawasan Midlands.
"Apa yang terjadi di West Midlands adalah pengingat bahwa terorisme mempengaruhi orang-orang dari semua latar belakang. Sama seperti kita melihat orang-orang datang bersama-sama untuk mencela Woolwich, jadi kita harus datang bersama-sama dan berdiri teguh melawan ekstremisme apapun bentuknya
ARTIKEL TERKAIT:


