7/14/2013

Taliban Pakistan Larang Pria Kenakan Pakaian Ketat & Tipis



Taliban Pakistan melarang pria yang mengenakan pakaian ketat atau tembus pakaian selama bulan Ramadhan, seperti dilansir surat kabar al-Riyadh yang berbasis di Saudi pada Kamis kemarin (11/7/2013), mengutip laporan dari wilayah Waziristan Selatan.

Kelompok Taliban juga memberikan peringatan tertulis kepada toko-toko lokal berupa denda sebesar 500 dolar jika mereka menemukan toko menjual pakaian tipis yang tidak benar-benar menutupi tubuh.

Penjahit juga diancam dengan penculikan dan pemukulan jika mereka tertangkap membuat pakaian yang “tidak Islami” untuk laki-laki.

Larangan mengenakan pakaian ketat dan tipis buat kaum pria ini bukan berarti Taliban membolehkan wanita mengenakan pakaian tipis dan ketat. Tidak adanya larangan spesifik Taliban kepada wanita karena kebanyakan penduduk setempat mengenakan burqa.

Taliban Pakistan yang berada di daerah yang berbatasan dengan Afghanistan sebelumnya telah menerapkan tindakan keras pada pakaian pria yang ketat dan tipis.

Pada tahun 2011, sekelompok Taliban menyerbu toko-toko di kota Wana, menyita pakaian yang mereka lihat sebagai terlalu tipis untuk dijadikan pakaian yang terhormat.

“Mereka bilang pakaian itu tidak Islami karena tidak benar menutupi tubuh manusia,” kata penjaga toko Rahimullah Khan kepada AFP pada saat itu.

Seorang pejabat lokal di Wana mengatakan kepada AFP bahwa ribuan meter kain juga telah disita dan dibakar.

“Sekelompok orang menyita bundel besar bahan kain yang mereka nyatakan terlalu tipis untuk dipakai dari puluhan pemilik toko di bazaar utama dan membakar semuanya,” katanya kepada AFP.

“Mereka telah memperingatkan pemilik toko hampir seminggu yang lalu untuk menghentikan penjualan kain yang tidak Islami. Hari ini, kelompok tertentu menyerbu toko-toko dan menyita gulungan kain.

Source: muslimdaily


ARTIKEL TERKAIT: