Seorang pendukung Presiden Mursi yang terluka tergeletak di lantai
sebuah rumah sakit lapangan di Nasr City, Kairo, Sabtu (27/7). (AP/Manu
Brabo)
Menteri Luar
Negeri Inggris William Hague pada Sabtu mengutuk penggunaan kekerasan
terhadap pengunjukrasa dalam bentrokan mematikan di Kairo dan menuduh
pasukan keamanan Mesir menggunakan peluru tajam.
Hague
juga meminta pemerintah Mesir membebaskan atau menuntut semua pemimpin
politik, yang ditahan sejak tentara mengkudeta Presiden Muhammad Mursi
pada 3 Juli. Morsi masih ditahan.
"Saya
sangat prihatin dengan peristiwa baru-baru ini di Mesir, dan mengutuk
penggunaan kekerasan terhadap demonstran yang telah menyebabkan jatuhnya
korban jiwa," kata Hague dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh
Departemen Luar Negeri.
"Saya
menyeru pemerintah Mesir untuk menghormati hak berunjuk rasa secara
damai, untuk menghentikan penggunaan kekerasan terhadap demonstran, dan
meminta pihak yang bertanggung jawab ditahan," kata Hague.
Kepala polisi Mesir pada Sabtu membantah bahwa pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam terhadap demonstran.
Hague
menyerukan "semua pihak untuk menahan diri dari melakukan aksi
kekerasan" dan mengatakan jika saat ini adalah "waktu untuk dialog,
bukan konfrontasi."
"Saya
juga menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk melepaskan pemimpin
politik yang ditahan setelah peristiwa 3 Juli atau menuntut mereka
sesuai dengan hukum. Tuntutan tersebut harus bebas dari kecurigaan bahwa
itu bermotif politik," kata Hague.
ARTIKEL TERKAIT:

