Ikhawanul Muslimin mendorong pendukungnya di seluruh penjuru Mesir untuk melanjutkan aksi protes, meskipun 75 orang tewas akibat tembakan dari pihak keamanan Mesir. Penyelidikan awal menyebutkan, sebagian besar korban tewas tertembak di bagian kepala.
“Tentara pemerintah tidak menembak untuk melumpuhkan, tetapi untuk membunuh,” ujar Juru Bicara Ikhwanul Muslimin Gehad el Hadad, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/7/2013).
Sementara dr Ibtisam Zein yang menangani korban penembakan mengaku melihat banyak korban yang ditembak di bagian dada dan kepala. Zein menambahkan bahwa sebagian korban ada yang menderita luka tembak di antara mata.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti total korban akibat bentrokan berdarah tersebut. Beberapa media menyebutkan jumlahnya mencapai 38 jiwa.
Stasiun televisi Al Jazeera bahkan mengeluarkan data jumlah korban yang lebih banyak. Menurut mereka, korban tewas sudah mencapi 150 jiwa dan sekira 4.500 warga lainnya menderita luka-luka.
Ribuan pendukung Morsi melakukan protes menuntut agar Morsi segera dibebaskan dari tahanan pihak militer sejak dilengerkan 3 Juli lalu. Protes yang dilakukan oleh pendukung Ikhwanul Muslimin berlangsung di Kairo hingga ke Alexandria.
Protes itu merupakan respons dari pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal Abdel-Fattah el Sissi yang sebelumnya menyebutkan bahwa segala bentuk protes akan memberikan mandat baginya melawan teroris, dalam hal ini melakukan tindakan represif. Ucapannya itu ditujukan kepada kelompok pendukung Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin.
Sementara pendukung Ikhwanul Muslimin yang berada di Rabaa menegaskan tidak akan pernah mundur dari aksi yang dilakukan. Petinggi Ikhwanul sendiri mengaku tidak bisa menarik mundur para pendukung mereka
(okezone)
ARTIKEL TERKAIT:


